BNLI TERBITKAN OBLIGASI SUBORDINASI, LAJU SAHAMNYA DALAM TEKANAN LANJUTAN


PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan melaksanakan penerbitan Obligasi Subordinasi Basel III Tier 2 Fixed Rate dalam denominasi dollar AS yang ditawarkan dan dijual di luar Indonesia dan AS. Adapun Standard Chartered bertindak sebagai Sole Lead Manager dan Sole Bookrunner dalam aksi perseroan ini, sebagaimana tertuang dalam Engagement Letter pada 17 Agustus 2015. Perseroan dan Standard Chartered memiliki hubungan afiliasi berdasarkan struktur kepemilikan dan kepengurusan, dengan Standard Chartered memiliki 44,56 persen saham perseroan.
Sepanjang tahun 2014, BNLI mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp1,59 triliun atau turun 8,77 persen dibanding posisi laba bersih sebesar Rp1,75 triliun di 2013. Adapun laba operasional perseroan juga turun 11,05 persen menjadi Rp1,77 triliun di 2014, dibanding posisi di tahun sebelumnya sebesar Rp1,99 triliun.
Sementara untuk posisi pendapatan bunga Bank Permata naik 30,63 persen menjadi Rp15,52 triliun di tahun lalu, dari perolehan pendapatan bunga Rp11,88 triliun di 2013. Posisi beban operasional selain bunga perseroan juga naik 22,41 persen menjadi Rp5,79 triliun, dibanding beban operasional di tahun sebelumnya sebesar Rp4,73 triliun. Adapun hingga 2014, total aset Bank Permata naik 11,80 persen menjadi Rp185,09 triliun, dibanding total aset perseroan sebesar Rp165,54 triliun di 2013.
Dari sisi fungsi intermediasi, Penyaluran kredit termasuk pembiayaan syariah tumbuh 11 persen menjadi Rp132 triliun di 2014, dari posisi sebesar Rp119 triliun di 2013. Pertumbuhan kredit didorong bisnis usaha kecil menengah (UKM) serta segmen lokal dan middle market corporates yang ditopang oleh trade finance dan produk-produk pinjaman. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) emiten berkode saham BNLI tersebut mengalami kenaikan 12,14%.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (19/8/15) saham BNLI dibuka pada level 1,320 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,320 – 1,320 dan volume perdagangan mencapai 300,100 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BNLI sejak awal November terpantau telah mendapatkan tumpuan rebound setelah pada awal September mengalami pelemahan tajam dan saat ini BNLI berada dalam potensi melanjutkan penguatan meraih resistance terdekat. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola White Marubozu terbentuk pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BNLI dalam potensi penguatan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BNLI masih akan dalam penguatan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BNLI. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1280 hingga target resistance di level Rp1450.




Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar