PT Japfa Ltd, induk usaha PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan asal China, Food Union Limited. Adapun kerja sama tersebut dilakukan melalui anak usaha Japfa Ltd yakni AustAsia Investment Holdings Pte Ltd (AIH). CEO Japfa Ltd, Tan Yong Nang mengatakan nama perusahaan patungan tersebut adalah Food Union AustAsia Holdings (JVco), dengan Food Union memiliki 90 persen saham perusahaan patungan tersebut.
AIH akan berkontribusi US$20 juta untuk 10 persen saham JVco dan Food Union bakal menyumbang sebesar US$180 juta untuk memiliki 90 persen saham. Sementara itu, AIH bakal menggunakan kas internal grup dari hasil penawaran umum perdana dan pinjaman bank untuk pembentukan perusahaan joint venture tersebut. Rencananya, JVco bakal melakukan pembangunan pabrik pengolahan susu premium di Shandong, China.
Sepanjang tahun 2014, JPFA mencetak laba bersih sebesar Rp332,39 miliar atau Rp31 per saham. Dengan Laba bersih tersebut, kinerja Perseroan pada tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 44,16% bila dibandingkan dengan Laba bersih tahun 2013 yaitu Rp595,25 miliar atau Rp56 per saham.
Penurunan kinerja perseroan di tahun 2014 ini dipicu oleh kenaikan bahan baku perseroan dan kurangnya efisiensi biaya yang tercemin dari naik Beban Pokok perseroan yang cukup besar yaitu 18,21% atau dari Rp17,79 triliun tahun 2013 menjadi Rp21,03 triliun tahun 2014, dan Beban Keuangan mengalami kenaikan dari Rp494,25 miliar menjadi Rp678,10 miliar. Beban Usaha dan Lainnya perseroan mengalami penurunan dari Rp2,23 triliun menjadi Rp2,20 triliun. Pendapatan Utama Perseroan tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 14,25% atau dari Rp21,41 triliun tahun 2013 menjadi Rp24,46 triliun tahun 2014
JPFA merupakan salah satu perusahaan yang terbesar dan paling terintegrasi untuk agri-food di Indonesia, dengan kegiatan bisnis inti meliputi pembuatan pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas dan perikanan budidaya. Konstribusi terbesar dari Pendapatan perseroan berasal dari Pakan Ternak dengan Pendapatan tahun 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp10,22 triliun dan Rp9,67 triliun,
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (19/8/15) saham JPFA dibuka pada level 380 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 380 – 395 dan volume perdagangan mencapai 409,000 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham JPFA sejak awal November terpantau telah berada pada tren bearish dan dalam konfirmasi breakdown. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Three Black Crows terbentuk pada Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan JPFA dalam potensi pelemahan lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju JPFA masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan JPFA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp300 hingga target resistance di level Rp520.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar