HADAPI TEKANAN UTANG DOLLAR, TBIG BERUPAYA PERTAHANKAN KENAIKAN SAHAM


Sekalipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan, namun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menegaskan bahwa fundamental keuangannya tetap dalam kondisi baik. Pihak TBIG menyatakan bahwa seluruh pinjaman TBIG dalam dolar AS sudah dilakukan lindung nilai (hedging) baik nilai maupun suku bunganya. Perusahan telah melakukan hedging terhadap seluruh tenor pinjaman hingga 2022.
Seperti diketahui, Tower Bersama merupakan salah satu emiten yang memiliki hutang dalam dolar AS dengan nilai yang cukup signifikan. Di antaranya, sindikasi pinjaman senilai USD1,29 miliar dan obligasi USD650 juta. Hampir 99% utang Tower Bersama dalam dollar AS, dan sisanya rupiah.
Adapun pendapatan yang dibukukan pada kuartal-I 2015 ini naik menjadi Rp827,34 miliar dari periode serupa tahun lalu sebesar Rp781,23 miliar. Beban pokok pendapatan kuartal-I 2015 tercatat sebesar Rp104,22 miliar, sedang di periode serupa tahun lalu tercatat sebesar Rp120,59 miliar. Sementara Llaba kotor kuartal-I 2015 naik menjadi Rp723,12 miliar dari periode serupa tahun sebelumnya Rp660,64 miliar. Laba dari operasi naik menjadi Rp644,26 miliar dari periode serupa tahun lalu Rp593,56 miliar.
Tercatat pula, perseroan perna alami rugi dari selisih kurs sebesar Rp30,85 miliar dan beban keuangan serta beban lainnya sebesar Rp364,82 miliar. Hal ini membuat perseroan mencatat beban lain-lain sebesar 266,89 miliar. Sehingga laba sebelum pajak kuartal-I 2015 turun menjadi Rp377,36 miliar dari periode serupa tahun lalu Rp640,28 miliar, dan laba per saham dasar turun menjadi Rp67,79 per saham dari periode serupa tahun lalu Rp110,06 per saham. Dari sisi neraca, total aset per Maret 2015 naik tipis menjadi Rp22,63 triliun dari total aset di akhir tahun 2014 sebesar Rp22,03 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada hari Selasa sore (25/08/15) saham TBIG mengalami penguatan 150 poin yaitu 2,18% pada posisi 7025. TBIG dibuka pada posisi 7200, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup 6875. Saham ini bergerak dalam kisaran 7000 – 7325 dengan pencapaiaan volume perdagangan saham sekitar 1,5 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TBIG sejak pertengahan bulan Agustus terlihat dalam koreksi teknikal namun saat ini dalam pergerakan sideways. Dengan kondisi teknikalnya dan fundamentalnya yang kelihatan adanya prospek negatif penguatan dollar, diprediksi laju TBIG masih akan dalam potensi sideways cenderung bearish. Saham diperkirakan akan bergerak di level support di level Rp6000 dan level resistance di Rp7200.

Connie/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar