Aneka Kimia Raya atau PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), merupakan perusahaan yang memiliki ruang lingkup kegiatan usaha AKRA antara lain meliputi bidang industri barang kimia, perdagangan umum dan distribusi terutama bahan kimia dan bahan bakar minyak (BBM) dan gas.
AKRA bersama dengan Pelindo (PT.Pelabuhan Indonesia) telah menyiapkan dana Rp. 1,03 triliun yang nantinya akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur dasar di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.
Dan kucuran dana tersebut diperoleh dari konsorsium atas tiga bank yaitu : PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) dan Indonesia Eximbank. Total anggaran yang digunakan adalah Rp. 5 triliun dan pada fase pertama ini saja telah menelan anggaran sebesar Rp. 3,5 triliun, atau menyerap 70% dari total anggaran yang ada.
Perusahaan ini menjalankan usaha dalam bidang logistik, pengangkutan (untuk pemakaian sendiri dan mengoperasikan transportasi baik melalui darat maupun laut serta pengoperasian pipa penunjang angkutan laut), penyewaan gudang dan tangki termasuk perbengkelan, ekspedisi dan pengemasan, menjalankan usaha dan bertindak sebagai perwakilan atau peragenan dari perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri, kontraktor bangunan dan jasa lainnya kecuali jasa di bidang hukum.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (25/08/15) siang ini, saham AKRA mengalami penurunan Rp125 yaitu sebesar 2,23% pada 5475. AKRA dibuka dibuka pada level 5500 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 5600 dan bergerak dalam kisaran 5425 – 5575 dengan volume perdagangan saham mencapai 5,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham AKRA sejak awal bulan Juli sampai Agustus ini bergerak naik turun, dan seminggu terakhir mengalami tren bearish, namun Senin kemarin sempat menguat. Diprediksi laju AKRA masih akan mengejar level resistance dan menunggu sentimen fundamental untuk rebound. AKRA akan bergerak pada level support Rp5000 dan level resistance Rp5800.
Connie/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar