IHSG 10 Agustus : Awali Pekan di Zona Negatif, Investor Cermati Kinerja Emiten
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (10/8) indeks tercatat dibuka turun 0.2 persen ke level 4,759.71. Sebanyak 57 saham menguat, 172 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar Rp68 miliar dari 12 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 41.448 kali
Secara sektoral, pada pembukaan pagi ini semua sektor dibuka melemah yang dipimpin oleh sektor Industri dasar dan Manufaktur yang masing-masing turun sebesar 1.29 dan 0.87 persen. Adapun saham yang menekan IHSG antara lain PLAS, BBNI, TLKM, ASII, SRIL dan LCGP
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan ditengah sentiment respon investor terhadap kinerja keuangan emiten untuk semester 1 tahun 2015 serta reaksi pasar atas Paket Kebijakan OJK yang diharapkan mampu mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Namun IHSG patut mewaspadai penguatan yang terus terjadi pada mata uang US$ yang masih memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah terhadap US$.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi di sepanjang Juli 2015 menyentuh angka 0,93 persen atau lebih tinggi 0,39 persen ketimbang capaian inflasi Juni yang hanya mencapai 0,54 persen. Sementara secara tahun berjalan (year on year) menyentuh angka 7,26 persen. Sementara secara kumulatif, inflasi selama tahun kalender berjalan atau year to date (YtD) dihitung mencapai 1,90 persen.
Dari global, Bursa Regional terlihat masih terus membaik ditengah sentimen The Fed yang masih mempertahankan suku bunganya tetapi terlihat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan pernyataan bulan lalu terhadap laju pemulihan ekonomi AS. Sementara ECB memutuskan mempertahankan bantuan kredit darurat untuk Yunani tidak berubah. Peningkatan harga komoditas juga menjadi katalis positif bursa global.
Badan Koordinasi Penanaman Modal kembali melaporkan realisasi investasi Tanah Air periode triwulan II-2015 atau sepanjang April-Juni 2015 yang mencapai Rp135,1 triliun, atau naik 16,3 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp116,2 triliun. Nilai investasi pada triwulan II-2015 ini terdiri atas realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp42,9 triliun (31,8 persen) dan realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp92,2 triliun (68,2 persen). Sebagai informasi, capaian angka investasi tersebut merupakan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia disepanjang tahun ini. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4700-4.730, dan resisten 4800 – 4850. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, WSKT, KLBF, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar