IHSG 11 Agustus : Jeda Siang IHSG Kehilangan 102 Poin, Industri Dasar Terkoreksi Dalam


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup melemah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (11/8) IHSG turun sebesar 2.15 persen ke level 4.646.95. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 2.74 persen ke level 785.81. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,635.08 dan level tertinggi 4771.72.

Pada perdagangan siang ini tercatat 56 saham menguat, sementara 277 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 5.89 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp7.56 triliun dan transaksi sebanyak 222.966 kali.

Secara sektoral, tercatat semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh manufaktur dan Industri dasar yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 2.9% dan 4.5% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah BBRI, WSKT, BBNI, LPKR dan JSMR.

Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan reaksi pasar atas data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat laju inflasi di sepanjang Juli 2015 menyentuh angka 0,93 persen atau lebih tinggi 0,39 persen ketimbang capaian inflasi Juni yang hanya mencapai 0,54 persen. Sementara secara tahun berjalan (year on year) menyentuh angka 7,26 persen. Sementara secara kumulatif, inflasi selama tahun kalender berjalan atau year to date (YtD) dihitung mencapai 1,90 persen.

Sementara kondisi dari Bursa Regional terlihat masih terus memburuk ditengah penguatan yang terus terjadi pada mata uang US$ yang masih memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah terhadap US$, serta membuat harga dari komoditas masih terus melemah. Kondisi dari bursa regional yang memburuk dan Rupiah yang melemah membuat pelaku pasar terlihat pesimis dalam menghadapi pengumuman data-data ekonomi dan laporan kinerja emiten untuk kuartal kedua 2015.

Adapun rilis terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,67 persen pada kuartal II 2015, melambat dari periode yang sama tahun lalu (year on year) mencapai 5,12 persen. Perekonomian nasional juga melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,71 persen secara tahunan.

IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4600-4.700, dan resisten 4800 – 4850. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, WSKT, KLBF, SSMS.



Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar