Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup menguat jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (13/8) IHSG naik sebesar 1.96 persen ke level 4,567.48. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami penguatan sebesar 2.67 persen ke level 772.38.
Pada perdagangan siang ini tercatat 114 saham menguat, sementara 140 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 2.67 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp2.06 triliun dan transaksi sebanyak 102.650 kali. Sampai siang ini dana asing berada pada posisi net buy mencapai 99 miliar. Secara sektoral, tercatat 8 sektor mengalami penguatan yang dipimpin oleh sektor aneka industri dan agrikultur yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 0.63 persen dan 0.5 persen. Sementara untuk saham-saham yang menjadi penopang IHSG antara lain BWPT, BBRI, WSKT, SRIL dan BBNI..
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rebound terbatas menutup gap pelemahan yang ditinggalkan ditengah sentimen reaksi pasar atas PBOC yang secara resmi menurunkan nilai yuan, hal inilah yang menyebabkan yuan meluncur sebesar 1,3 persen menjadi 6,2920 yuan per dolar AS pada pukul 10:06 waktu Shanghai. Adjustment yang dilakukan oleh PBOC ini diklaim untuk tujuan menjaga nilai tukar yuan agar tetap stabil pada tingkat yang wajar. Hal tersebut menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Sementara kondisi dari Bursa Regional terlihat masih terus memburuk ditengah penguatan yang terus terjadi pada mata uang US$ yang masih memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah terhadap US$, serta membuat harga dari komoditas masih terus melemah. Kondisi dari bursa regional yang memburuk dan Rupiah yang melemah membuat pelaku pasar terlihat pesimis dalam menghadapi pengumuman data-data ekonomi dan laporan kinerja emiten untuk kuartal kedua 2015. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4400-4.450, dan resisten 4600 – 4650. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, BBRI, LPKR, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar