Di bulan Juli 2015, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melakukan kegiatan eksplorasi dengan berfokus pada komoditas emas dan nikel dengan jumlah pengeluaran preliminary sebesar Rp3,4 miliar. Adapun kegiatan eksplorasi emas Antam dilaksanakan di prospek Cimahpar-Pasir Jawa di daerah Pongkor, Jawa Barat. Di wilayah ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah pembiran, logging bor, percontoan, pemetaan geologi, rock dan soil sampling serta pengukuran dengan hand auger. Eksplorasi nikel yang dilakukan di daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara terdiri atas percontoan, logging care, pengukuran Polygon, pemboran single serta preparasi.
Pada kuartal awal tahun ini, ANTM harus puas membukukan rugi bersih sebesar Rp 240,20 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yang juga mengalami rugi bersih sebesar Rp 272,60 miliar. Hal tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan sebesar 24,34% menjadi Rp 2,86 triliun dibandingkan kuartal awal pada tahun sebelumnya sebesar Rp 2,30 triliun.
Sementara itu, jumlah beban usaha tercatat mengalami peningkatan sebesar 43,68% menjadi Rp 201,18 miliar dari yang sebelumnya sebesar Rp 140,01 miliar. Selain itu, beban pokok penjualan ANTM meningkat 15,55% menjadi Rp 2,60 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,25 triliun. Meskipun demikian, laba kotor ANTM mengalami peningkatan signfikan sebesar 479,65% menjadi Rp 256,73 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 44,29 miliar.
Berbagai pos dalam laporan keuangan ANTM di atas menyebabkan nilai rugi bersih per saham dasarnya di kuartal pertama tahun ini menjadi Rp 25,19 per saham dari periode yang sama tahun sebelumnya yg mencatat rugi bersih per saham dasar sebesar Rp 28,59 per saham. Total aset ANTM hingga Maret 2015 mencapai Rp 22,84 triliun atau meningkat 3,62% dari periode Desember tahun lalu sebesar Rp 22,04 triliun. Kondisi keuangan ANTM semakin memprihatinkan dengan jumlah total liabilitas yang juga meningkat sebesar 10,28% menjadi Rp 11,15 triliun dari yang sebelumnya sebesar Rp 10,11 triliun.
Di sisi lain, ROA dan ROE ANTM pada kuartal awal tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan kuartal awal tahun lalu dimana ROA pada awal tahun 2015 menjadi -1,20% daibandingkan awal tahun 2014 lalu yang mencapai -1,37% dan ROE pada awal tahun ini menjadi -2,36% dibandingkan awal tahun 2014 lalu yang mencapai -2,54%. Hal ini menunjukkan kinerja ANTM lebih baik dibandingkan kuartal awal tahun lalu namun belum menunjukkan kinerja keuangan yang sehat.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (13/8/15) saham ANTM dibuka pada level 525 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ANTM sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support kuatnya, namun saat ini dalam potensi teknikal rebound terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan ANTM dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ANTM masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ANTM. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp500 hingga target resistance di level Rp650.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar