Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup melemah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (14/8) IHSG turun sebesar 0.31 persen ke level 4.569.96. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 0.27 persen ke level 773. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,559 dan level tertinggi 4,594.
Pada perdagangan siang ini tercatat 56 saham menguat, sementara 277 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 2.24 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp2.02 triliun dan transaksi sebanyak 96,919 kali.
Secara sektoral, tercatat semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh Agrikultur dan Industri dasar yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 1.38% dan 0.79% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah BMRI, BBNI, ASII, dan AKRA.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan reaksi pasar atas PBOC yang secara resmi menurunkan nilai yuan, hal inilah yang menyebabkan yuan meluncur sebesar 1,3 persen. Adjustment yang dilakukan oleh PBOC ini diklaim untuk tujuan menjaga nilai tukar yuan agar tetap stabil pada tingkat yang wajar. Hal tersebut menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Kebijakan devaluasi China, menyebabkan pergeseran dan kejatuhan parah nilai tukar mata uang Asia. Langkah Bank Rakyat China hari ini, menurut sejumlah investor, juga akan mempengaruhi rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September nanti. Sejauh ini, yuan dan dolar AS merupakan mata uang yang mengalami penguatan di tengah berlangsungnya perang pelonggaran moneter global.
Pasar lokal juga bisa mengharapkan sentiment positif dari pidato R-APBN 2016 yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi pada pagi hari ini di DPR. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4400-4.500, dan resisten 4700 – 4750.

0 komentar:
Posting Komentar