IHSG 18 Agustus: Dibuka Anjlok Tajam, Saham Infrastruktur Menguat Sendiri
Bursa saham dalam negeri diawal perdagangan Selasa (18/8) dibuka dengan IHSG mengkoreksi penguatan akhir pekan lalu oleh aksi jual asing cukup besar yang dipengaruhi rally dollar AS yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Namun secara sektoral pagi ini hanya satu sektor saja yang masih mampu mempertahankan kekuatan akhir pekan.
IHSG dibuka turun 0,72% ke posisi 4572,35 setelah akhir pekan lalu berhasil menguat di 4585,39 dengan posisi tertinggi di 4594,56 dan posisi terendah di 4559,87. Saham-saham unggulan dalam LQ45 juga anjlok -0,69 ke posisi 771,12.
Dalam perdagangan awal pagi ini, terdapat 59 saham yang menguat, 112 saham melemah dan selebihnya masih belum bergerak. Volume perdagangan yang sudah terbentuk sekitar 610,96 juta saham senilai Rp668,43 miliar sebanyak 34102 kali. Aksi net sell yang dilakukan asing pagi ini sekitar Rp97,83 miliar dan terus meningkat sebelum berita ini disampaikan.
Secara sektoral, terdapat 9 sektor yang melemah pergerakan indeks pagi ini yang dipimpin oleh sektor aneka industri dan manufaktur yang anjlok -2,84 %dan -1,27% masing-masing. Namun terdapat satu sektor yang menguat sendiri yaitu sektor infrastruktur dengan penguatan sekitar 0,24%. Saham-saham yang menjadi pemberat besar pagi ini seperti saham UNVR, UNTR, TBIG, INTP dan BBRI.
Untuk pergerakan IHSG hari ini, analyst Vibiz Research Center memperkirakan masih dalam tekanan jual oleh fundamental dalam negeri yang masih lemah pasca rilis PDB Q2-2015 pekan lalu yang semakin melemahkan Rupiah. Dan secara teknikal hari ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran support kuat di 4540 dan 4500.
Joel/ VMN/VBN/ Head Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar