PT. Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terancam gagal melakukan ekspansinya untuk menambah jumlah pesawat baru dari pabrikan Eropa setelah mendapat sorotan negatif dari pejabat Menteri Koordinataor Maritim yang baru yaitu Rizal Ramli. Menurut Rizal pembelian pesawat jenis A350 XWB tidak efisien dengan penerbangan Garuda sekarang.
GIAA berencana akan membeli sekitar 30 pesawat jenis A350 XWB dari Airbus saat momentum Paris Air Show bulan Juni lalu, bersamaan dengan ratusan jenis pesawat lainnya yang akan dibeli. Untuk pesawat Boeing juga GIAA berencana akan membeli sekitar 30 jenis Boeing 787 dreamliners, sehingga total yang akan dibeli oleh Garuda sekitar 133 pesawat.
Untuk pembiayaan pesawat ini, Garuda sangat pede setelah kinerja keuangannya alami perbaikan drastis yang sering merugi. Untuk membeli ratusan pesawat tersebut Garuda siap mengeluarkan dana sekitar Rp177 Triliun. Jika melihat kinerja keuangannya selama 6 bulan pertama tahun ini, menurut data keuangan yang belum diaudit GIAA berhasil mencatat lompatan keuntungan dalam bisnisnya jika dibanding dengan periode yang sama tahun 2014.
Dalam periode tersebut GIAA berhasil mendapatkan laba bersih sekitar USD 27,7 juta dibanding dengan kerugian yang didapat tahun lalu sekitar USD -203 juta. Laba ini juga ditopang oleh meningkatnya pendapatan usaha sekitar USD 1,8 miliar dibandingkan tahun 2014 yang hanya mendapatkan USD 1,75 miliar.
Untuk perdagangan sahamnya hari ini (18/8), saham GIAA dibuka sama dengan nilai akhir pekan lalu di 390 dan kini sedang bergerak negatif dan berada di kisaran 378 per lembar sahamnya dengan sekitar 6000 lot saham yang sudah diperdagangkan.
Untuk pergerakan saham selanjutnya hari ini, analyst Vibiz Research Center melihat GIIA sedang dalam tekanan jual yang kuat sejak akhir bulan Juli lalu. Secara teknikalpun saham masih berada di area jenuh jualnya dan berusaha cari tumpuan kuat membalikkan arah gerakan sahamnya. Untuk perdagangan hari ini harga saham diperkirakan berada pada support kuatnya di 360 – 370.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar