KAEF BANGUN PABRIK GANDENG INVESTOR KORSEL, LAJU SAHAMNYA DALAM TEKANAN LANJUTAN


PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mengaku tengah menjajaki kerja sama dengan investor Korea Selatan untuk membangun pabrik bahan baku obat-obatan. Adapun pabrik tersebut akan dibangun di kawasan industri Lippo Cikarang. KAEF menyadari pelemahan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS, merupakan tantangan bagi perusahaan. Karena pihaknya memproduksi obat-obatan chemical yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari impor. Karena itu, KAEF menjajaki pembangunan pabrik bahan baku obat chemical yang bisa menekan impor bahan baku untuk produksi obat.
Sementara untuk produk herbal, Kimia Farma berharap bisa diekspor selain untuk memenunuhi kebutuhan lokal. Mengenai pemanfaatan lahan pabrik lama setelah pabrik di Banjaran beroperasi, KAEF mengatakan pihak konsultan kini tengah melakukan kajian pemanfaatan bekas pabrik Kimia Farma yang di tengah kota Bandung itu.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (18/8/15) saham KAEF dibuka pada level 840 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 840 dan volume perdagangan mencapai 750,300 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham KAEF sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan tajam dan sempat menyentuh level support kuatnya, namun saat ini terlihat dalm upaya mencari tumpuan rebound didukung sentimen fundamental. Idikator MA sudah bergerak naik dan pola Three White Soldiers menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan KAEF dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju KAEF masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan KAEF. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp980 hingga target support di level Rp715.



Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar