IHSG 18 AGUSTUS : SESI SIANG MASIH DALAM TEKANAN, NERACA DAGANG INDONESIA SURPLUS US$1,33 MILIAR


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup melemah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (18/8) IHSG turun sebesar 0.93 persen ke level 4.542.73. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 2.74 persen ke level 785.81. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,526.79 dan level tertinggi 4,579.08.
Pada perdagangan siang ini tercatat 56 saham menguat, sementara 277 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 5.89 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp7.56 triliun dan transaksi sebanyak 222.966 kali.
Secara sektoral, tercatat semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh manufaktur dan Industri dasar yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 2.9% dan 4.5% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah BBRI, WSKT, BBNI, LPKR dan JSMR.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan reaksi pasar atas PBOC yang secara resmi menurunkan nilai yuan, hal inilah yang menyebabkan yuan meluncur sebesar 1,3 persen menjadi 6,2920 yuan per dolar AS pada pukul 10:06 waktu Shanghai. Adjustment yang dilakukan oleh PBOC ini diklaim untuk tujuan menjaga nilai tukar yuan agar tetap stabil pada tingkat yang wajar. Hal tersebut menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Selain itu Badan Pusat Statistik hari ini, Selasa (18/8/2015), melaporkan aktivitas perdagangan internasional Indonesia sepanjang Juli menghasilkan surplus US$1.332 juta atau naik dari surplus US$528 juta juta pada Juni. Nilai ekspor Indonesia sepanjang Juli US$11.408, 5 juta, sedangkan nilai impor senilai US$10.076,5 juta. Ini adalah surplus perdagangan terbesar sejak Januari 2014. Surplus yang besar ini disebabkan penuruan impor lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4400-4.500, dan resisten 4600 – 4650.




Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar