PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berniat untuk menggarap proyek Pelabuhan Sorong di Papua Barat. Untuk itu menjajaki PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II untuk memuluskan langkah untuk menjadi kontraktor sekaligus investor pada proyek yang ditaksir senilai Rp 3 triliun tersebut.
Pihak WIKA menyatrakan perseroan ingin masuk kembali ke proyek baru pelabuhan. Sebelumnya, perseroan telah meneken kesepakatan dengan Pelindo I untuk kerja sama pembangunan dan pengelolaan Terminal Petikemas di Pelabuhan Batu Ampar Batam dan Pelintung Dumai.
Sepanjang semester I/2015, WIKA mencatat penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 29,06% menjadi Rp200,494 miliar dari Rp282,651 miliar periode serupa tahun lalu. Adapun kondisi ini disebabkan turunnya penjualan bersih perseroan sekitar 18,35% menjadi Rp4,778 triliun per Juni 2015 dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp5,852 triliun.
Namun, perseroan berhasil menekan beban pokok penjualannya 6,8% menjadi Rp4,282 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini dari periode serupa tahun lalu Rp5,184 triliun. BUMN kontraktor ini juga berhasil meraih laba pada ventura bersama pada semester I 2015 menjadi Rp101,954 miliar dari Rp92,775 miliar periode serupa tahun lalu. Waskita juga mengantongi selisih kurs sebesar Rp16,277 miliar per Juni 2015 dari rugi kurs periode serupa tahun lalu, yakni Rp8,751 miliar.
Pendapatan bunga meningkat 32,89% menjadi Rp40,366 miliar per Juni 2015 dari periode serupa tahun lalu Rp30,374 miliar. Hingga periode yang berakhir pada 30 Juni 2015, jumlah aset perseroan tercatat sebesara Rp17,054 triliun, dengan ekuitas Rp4,989 triliun dan liabilitas Rp12,065 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (18/8/15) saham WIKA dibuka pada level 2,765 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,760 dan volume perdagangan mencapai 17,2 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WIKA sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support,, namun saat ini dalam potensi teknikal rebound terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan WIKA dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WIKA masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WIKA. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2450 hingga target resistance di level Rp3150.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar