Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pembukaan perdagangan hari ini (19/8) tercatat sempat turun lalu berbalik menguat sebesar 0,26 persen ke level 4,522.48. Pada perdagangan siang ini tercatat 38 saham menguat, sementara 278 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi sore ini mencapai 0,4 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp0,35 triliun dan transaksi sebanyak 15.197 kali.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam aksi akumulasi terbatas, coba tutup gap pelemahan menyusul tekanan reaksi pasar atas PBOC yang secara resmi menurunkan nilai yuan, hal inilah yang menyebabkan yuan meluncur sebesar 1,3 persen menjadi 6,2920 yuan per dolar AS. Adjustment yang dilakukan oleh PBOC ini diklaim untuk tujuan menjaga nilai tukar yuan agar tetap stabil pada tingkat yang wajar. Hal tersebut menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 Agustus 2015 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 7,5 persen, dengan suku bunga deposit facility 5,50 persen dan lending facility pada level 8,00 persen. Keputusan tersebut sejalan dengan upaya untuk menjaga agar inflasi berada pada kisaran sasaran inflasi 4 plus minus 1 persen di 2015 dan 2016.
Selain itu Badan Pusat Statistik hari Selasa (18/8/2015), melaporkan aktivitas perdagangan internasional Indonesia sepanjang Juli menghasilkan surplus US$1.332 juta atau naik dari surplus US$528 juta juta pada Juni. Nilai ekspor Indonesia sepanjang Juli US$11.408, 5 juta, sedangkan nilai impor senilai US$10.076,5 juta. Ini adalah surplus perdagangan terbesar sejak Januari 2014. Surplus yang besar ini disebabkan penuruan impor lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar