IHSG 21 AGUSTUS: TEKANAN RUPIAH DAN TIONGKOK MERAHKAN BURSA


Perdagangan bursa saham lokal akhir pekan ini (21/8) masih melemah ikuti trend pelemahan bursa saham kawasan Asia, dan pagi ini IHSG dibuka dalam tekanan jual pada posisi 4401,67 atau turun sekitar 1,7% dari perdagangan sebelumnya di 4441,91. Untuk perdagangan saham unggulan dalam LQ45 juga anjlok hingga 2,29% ke posisi 730,96.
Diawal perdagangan pagi ini terdapat 24 saham menguat, 186 saham melemah dan selebihnya belum bergerak. Saham yang diperdagangkan sudah mencapai 686,5 juta dengan nilai sebesar Rp650 miliar dalam frekwensi sebanyak 27885 kali. Hari ini asing melakukan net sell baru mencapai 58,17 miliar dan diperkirakan akan semakin bertambah.
Pergerakan ihsg pagi ini masih dipengaruhi sentimen global yaitu kondisi ekonomi Tiongkok yang pagi ini juga kinerja manufakturnya terpukul pada periode bulan Agustus ini, sedangkan dari domestik anjloknya Rupiah ke posisi paling rendah sejak krisis moneter lalu menjadi sentimen negatif yang kuat.
Secara sektoral pelemahan IHSG pagi ini diberatkan oleh sektor Agri dan aneka industri yang melemah -2,03 dan -2,33 masing-masing. Saham-saham yang memberi pukulan keras pada perdagangan pagi ini anjloknya saham BBCA, LPPF, SILO, GGRM dan MIKA diatas 300 poin.
Untuk perdagangan hari ini, menurut analyst Vibiz Research Center IHSG masih akan terus tertekan dan bergerak menuju kisaran 4363 pada bolinger bawah 11 D1, namun jika terjadi koreksi maka akan naik kembali ke kisaran menembus kisaran 4500.


Joel/ VMN/VBN/Senior  Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar