Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, keuntungan bisnis PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.(AISA) bertambah yang ditopang oleh meningkatnya pendapatan pada periode tersebut. Dari pendapatan yang diterima paling besar dari penjualan beras, pabrik makanan dan perkebunan.
Untuk menopang bisnisnya tersebut,AISA terus menambah lahan setiap tahunnya. Biaya yang didapat untuk pembelian lahan tersebut perseroan berutang kepada beberapa bank asing baik yang punya cabang di Indonesia maupun langsung dari negara asal bank tersebut.
Dalam periode 6 bulan pertama tahun ini, AISA banyak berutang dengan bank-bank asing yang meningkat sekitar Rp12 miliar dibandingkan periode sebelumnya. Secara keseluruhan utang dengan bank pada semester I sebesar Rp1,32 triliun, lebih tinggi dari utang periode sebelumnya di Rp 1,30 triliun. Utang paling besar dalam periode tersebut dengan Rabobank yang meningkat hingga Rp500 miliar.
Melihat posisi utang secara keseluruhan, utang AISA meningkat menjadi Rp4,50 triliun dari Rp3,78 triliun, dan total aset yang dimiliki hingga semester tersebut sekitar Rp8,32 triliun, lebih besar dari aset tahun 2014 yaitu Rp7,37 triliun.
Untuk pergerakan sahamnya di bursa, setelah perdagangan sebelumnya berhasil mencetak penguatan yang tinggi ditengah pelemahan IHSG. Pagi ini AISA tidak berhasil pertahankan penguatannya, saham anjlok hingga 5,62% dan dibuka pada posisi 1510 per lembar sahamnya setelah ditutup kemarin di 1600.
Perdagangan hari ini, AISA menerima sentimen pelemahan IHSG yang memicu profit taking investor setelah kemarin melonjak. Menurut analyst Vibiz Research Center, pergerakan saham hari dalam tekanan jual dan diperkirakan akan bergerak pada kisaran support 1500 – 1480.
Joel/ VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar