Sepanjang semester I/2015, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) perolehan labanya tercatat menyusut dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. Tercatat laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga semester I tahun ini hanya sebesar Rp959,37 miliar, susut 23,33% dari tahun sebelumnya di periode yang sama.
Adapun penyusutan ini akibat beban perseroan sepanjang periode semester I tahun ini mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara penjualan bersih yang dibukukan perseroan hingga semester I tahun ini naik 5,75% menjadi Rp15,25 triliun dari periode yang sama di tahun lalu Rp14,42 triliun.
Beban penjualan di semester I tahun ini meningkat sebesar 5,93% menjadi Rp12,70 triliun dari sebelumnya Rp11,99 triliun. Laba kotor naik menjadi Rp2,55 triliun dari sebelumnya Rp2,44 triliun. Selain itu, beban usaha yang juga meningkat di semester I tahun ini membuat laba usaha menyusut menjadi Rp1,41 triliun dari sebelumnya Rp1,76 triliun, laba sebelum pajak susut menjadi Rp1,15 triliun dari sebelumnya Rp1,64 triliun. Total aset yang dibukukan hingga semester I tahun ini meningkat jadi Rp23,76 triliun dari sebelumnya Rp20,84 triliun di akhir tahun 2014, dan liabilitas naik menjadi Rp12,09 triliun dari sebelumnya Rp9,84 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (4/8/15) saham CPIN ditutup turun 1,4% pada level 2,550 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,585 dan bergerak dalam kisaran 2,525 – 2,585 dengan volume perdagangan saham mencapai 2,85 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham CPIN sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami pelemahan tajam namun saat ini dalam upaya mencari tumpuan rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Hammer menembus Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan CPIN dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju CPIN masih akan mengejar level resistance dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan CPIN. Rekomendasai Maintained Buy pada target level resistance di level Rp2800 hingga target support di level Rp2300.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar