Bisnis ENRG Sedang Merugi, Tekanan Laju Sahamnya Cari Titik Tumpu


Sepanjang semester I/2015, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat rugi sebesar US$33,20 juta dibandingkan laba yang diraih sebesar US$64,86 juta diperiode sama tahun sebelumnya. Adapun penjualan neto turun jadi US$323,09 juta dari penjualan neto tahun sebelumnya yang US$413,38 juta dan beban pokok naik jadi US$313,32 juta dari beban pokok tahun sebelumnya US$259,75 juta. Laba bruto anjlok tajam menjadi US$9,76 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang US$153,62 juta. Beban usaha tercatat naik jadi US$14,64 juta dari beban usaha tahun sebelumnya US$8,02 juta.
Rugi usaha diderita US$4,88 juta dari laba usaha tahun sebelumnya US$145,60 juta. Beban lain-lain naik jadi US$34,37 juta dari beban lain-lain tahun sebelumnya US$11,69 juta dan rugi sebelum pajak diderita US$39,25 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya US$133,90 juta. Total aset per Juni 2015 mencapai US$1,90 miliar turun dari total aset per Desember 2014 yang US$1,99 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (4/8/15) saham ENRG dibuka pada level 55 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 55 dan bergerak dalam kisaran 55-56 dengan volume perdagangan saham mencapai 4,28 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ENRG sejak awal bulan Desember terlihat telah mengalami pergerakan rebound dan saat ini tengah menguji level resistance terdekat, terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola White Morubozu berada pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan ENRG dalam potensi konfirmasi breakout. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ENRG masih akan melaju dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ENRG. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp50 hingga target resistance di level Rp75.



Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang


0 komentar:

Posting Komentar