Produksi Batubara ADRO Menyusut, Laju Sahamnya Tertekan Cukup Dalam
Produksi PT Adaro Indonesia Tbk (ADRO) pada kuartal kedua tahun ini memproduksi 12,72 juta ton batubara melalui PT Adaro Indonesia (AI) dan PT Semesta Centramas (SCM) jumlah itu turun 8 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Adapun total produksi batubara pada semester pertama mencapai 25,88 MT atau turun 7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebagai akibat dari tingginya pasokan batubara di pasar serta penurunan pertumbuhan permintaan.
Penjualan batubara Adaro pada kuartal kedua mencapai 13,15 MT turun 9 persen dari Q2 tahun 2014. Sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset batubara, perseroan terus meningkatkan penjualan E4900 yang meliputi 66 persen dari total penjualan pada kuartal ini. Penjualan jenis batubara E4900 naik 10 persen dari penjualan E500 dan E4000 yang turun 24 dan 78 persen. Adaro memprediksi pasar batubara masih sulit dalam jangka pendek oleh karena itu Adaro terus meningkatkan kesempurnaan operasi dan telah mengimplementasikan inisiatif peningkatan produktivitas dan memperbaiki biaya kas.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (10/8/15) saham ADRO dibuka pada level 580 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 580 dan bergerak dalam kisaran 565 – 580 dengan volume perdagangan saham mencapai 2,78 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ADRO sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan namun saat ini dalam upaya pertahankan tren positif. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola White Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan ADRO dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ADRO masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ADRO. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp790 hingga target support di level Rp550.
Regi Fachriansyah/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar