Sebagai perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia PT Indosat Tbk (ISAT) sampai dengan periode pertengahan tahun 2015 mengalami kerugian sebesar Rp. 733,79 Miliar atau Rp. 135,04 per saham sampai dengan Juni 2015 mengalami penurunan bila dibandingkan kerugian pada periode sama tahun sebelumnya yaitu Rp1,11 triliun atau Rp205,61 per saham.
Dilihat dari laporan keuangan menyatakan bahwa jumlah pendapatan naik menjadi Rp.12,51 triliun bila dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp.11,61 triliun dan beban turun tipis menjadi Rp.11,58 triliun dari beban tahun sebelumnya Rp. 11,61 triliun
Pencapaian laba usaha mengalami kenaikan menjadi Rp. 1,04 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya yang berjumlah Rp. 4,97 Miliar. Dan beban lain-lain tercatat naik menjadi Rp. 10,3 triliun dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp. 1,08 triliun.
Dan pada kerugian pajak sebelumnya pajak turun menjadi Rp. 892,48 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang mencapai Rp.1,07 triliun. Dan total aset per Juni 2015 mencapai Rp. 58,69 triliun bila dibandingkan total aset per Desember 2014 yang berjumlah Rp. 53,27 triliun.
Pada pergerakan saham siang hari ini (28/08), saham ISAT mengalami kenaikan 6,12% pada posisi Rp.4.160. Harga saham dibuka Rp. 3.940 ada kenaikan bila dibandingkan penutupan sebelumnya Rp.3.920 dan terus bergerak pada kisaran 3.935-4.180 dengan volume perdagangan mencapai 193.600 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ISAT sempat mengalami lonjakan Senin (24/08) kemarin, dan hari ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 6,12%. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun demikian juga Bolinger Band yang tampak searah. Selain itu indikator Stochastic masih bergerak di area bawah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik yang menunjukan pergerakan ISAT dalam potensi menguat. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ISAT masih akan menguat dan semakin menguat jika ada dukungan fundamental positif. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp4000 hingga target resistance di level Rp4200.
Connie/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar