Hingga akhir bulan Juni 2015, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah memberikan kredit infrastruktur sebesar Rp 38,2 triliun, dimana sebesar Rp 17,9 triliun diperuntukkan bagi sektor perhubungan darat, laut dan udara. Dan baru-baru ini kembali bank pelat merah tersebut memberikan pinjaman kepada PT Prima Terminal Petikemas (PTP).
Pinjaman yang diberikan BMRI sebesar Rp 1,15 triliun diperuntukkan pembangunan Terminal Petikemas Belawan Fase 2. BMRI berkomitmen menyediakan pembiayaan pengadaan infrastruktur nasional karenanya pekan lalu perusahaan ini melakukan pinjaman kepada perbankan Tiongkok sebesar US$1 miliar.
Kredit yang diberikan ini dengan tenor selama 15 tahun, sedangkan pembangunan fisik proyek di Belawan tersebut direncanakan akan selesai dalam waktu 3 tahun, meliputi pekerjaan reklamasi, pembangunan dermaga, pembangunan container yard dan fasilitas pendukung serta penyediaan alat bongkar muat petikemas yang terintegrasi dengan sistem IT.
Melihat kinerja keuangan perseroan hingga akhir Juni 2015 lalu, BMRI masih mampu beroleh peningkatan laba hingga 3,86% atau beroleh Rp9,92 triliun atau Rp425,33 per saham meski total utang mencapai Rp753,84 triliun yang naik dari Rp697,02 triliun. Namun untuk jumlah aset berhasil naik 6,90% dari Rp855,04 triliun di tahun 2014 mencapai Rp914,08 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (29/9/15) saham BMRI ditutup menguat 3,3% pada level 7775 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 7525 dan bergerak dalam kisaran 7775-7150 dengan volume perdagangan saham mencapai 16 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BMRI sejak pekan lalu alami tekanan kuat. Dan kini terpantau indikator MA masih bergerak turun dengan indikator Stochastic bergerak naik menuju area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun dan dibawah -DI yang menunjukan pergerakan BMRI dalam rebound terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp7358 hingga target resistance di level Rp7983.
Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar