Orderan alat berat produk dari PT United Tractors Tbk (UNTR) masih seret hingga bulan Agustus lalu seiring anjloknya harga komoditas yang menurunkan prospek bisnis pertambangan. Penjualan alat berat UNTR pada bulan Agustus hanya naik sedikit dibandingkan bulan Juli namun secara tahunan penjualan drop sekali dari tahun 2014 lalu.
Pada bulan Agustus penjualan alat berat merek Komatsu hanya 175 unit, sedangkan pada bulan Juli hanya 137 unit. Secara tahunan jumlah unit yang dijual itu turun sebesar 38,65% dan total penjualan tahun ini sampai bulan Agustus baru mencapai 1.687 unit.
Secara bisnis, UNTR hingga pertengahan tahun ini alami penurunan pendapatan jika dibandingkan tahun lalu, pendapatan utama turun sebesar 9,37% dari Rp27,53 triliun di Semester I 2014 menjadi sebesar Rp24,95 triliun tahun ini. Selain itu pendapatan keuangan juga mengalami penurunan dari Rp68,37 miliar menjadi Rp52,26 miliar.
Namun meski bisnis sedang seret, UNTR berhasil meningkatkan keuntungannya pada semester pertama lalu sebesar 3,65% yang tercermin dari laba bersih meningkat menjadi Rp3,41 triliun atau Rp913 per saham dari pada Semester I 2014 yang hanya memperoleh laba bersih Rp3,29 triliun atau Rp881 per saham.
Prestasi semester I lalu disebabkan oleh keuntungan KURS yang didapat pada Semester I 2015 yaitu Rp246,37 miliar, sedangkan pada Semester I 2014 mengalami kerugian Kurs yang cukup besar yaitu Rp29,39 miliar, selain itu juga beban pokok juga mengalami penurunan dari Rp21,80 triliun pada Semester I 2014 menjadi Rp19,29 triliun di Semester I 2015.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (25/9/15) saham UNTR ditutup anjlok -4,9% pada level 17525 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 18425, pergerakan saham ada pada kisaran 18700-17525 dan volume perdagangan sudah mencapai sekitar 2,25 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham UNTR sejak akhir bulan Agustus terlihat alami konsolidasi, dan terakhir terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic turun ke area jenuh jualnya.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang bergerak turun yang menunjukan pergerakan MDRN dalam potensi konsolidasi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi Trading pada target level support di level 17133 hingga target resistance di level 18308.
Joel/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar