PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memberikan kredit Rp1,3 triliun kepada perusahan pupuk pelat merah PT Petrokimia Gresik untuk pembangunan pabrik baru dan revitalisasi instalasi air jernih. Usaha yang dilakukan Petrokimia ini sebagai pendukung usaha pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan.
Rincian kredit tersebut untuk pembangunan pabrik baru sebesar Rp 1 triliun sedangkan sisanya Rp 300 miliar untuk revitalisasi instalasi penjernihan air di Gunungsari. Sebelumnya BBRI telah kerjasama dengan Petrokimia sejak tahun 1981 dan kepada PT Pupuk Indonesia Holding Company sudah berikan kredit sebesar Rp 13,4 triliun per September 2015.
Sepanjang semester I/2015, Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk membukukan laba bersih Rp11,86 triliun atau tumbuh 1,58% dari laba bersih tahun sebelumnya di periode yang sama. Adapun perolehan laba bersih BRI hingga Juni 2015 tumbuh menjadi Rp11,94 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,69 triliun.
Terdapat peningkatan pada pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 10,16% menjadi Rp26,89 triliun dari sebelumnya Rp24,41 triliun. Kinerja positif perseroan lainnya juga dapat dilihat dari kredit yang disalurkan dalam enam bulan pertama tahun ini, dimana hingga Juni 2015 total kredit yang disalurkan mencapai Rp503,60 triliun, meningkat 2,69% dari kredit yang disalurkan hingga akhir tahun lalu.
Sementara dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga Juni 2015 total DPK yang dihimpun perseroan mencapai Rp573,12 triliun. DPK terbesar yang dihimpun perseroan berasal dari simpanan berjangka yakni sebesar Rp262,90 triliun, kemudian dari simpanan tabungan sebesar Rp221,41 triliun dan dari simpanan giro sebesar Rp88,80 triliun.
Sampai dengan Juni 2015, total aset yang dibukukan perseroan tercatat sebesar Rp747,48 triliun, sedikit mengalami penurunan dibanding dengan total aset pada akhir tahun 2014 yang mencapai Rp778,05 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada akhir pekan lalu (18/09/15) saham BBRI ditutup anjlok -2,5% pada level 9775 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 10025 dan bergerak dalam kisaran 10075-9775 dengan volume perdagangan saham mencapai 23 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI sejak awal September terpantau mengalami pola naik dan turun dalam kecendrungan melemah. Terpantau indikator MA bergerak flat. Selain itu indikator Stochastic bergerak turun ke area tengah setelah beberapa hari sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan BBRI berpotensi mengalami tekanan terbatas dan rekomendasi Trading pada target level support di level Rp9700 hingga target resistance di level Rp10150.
Joel/VBN/VMN/Senior Analyst Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens
Editor : Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar