DAPAT PINJAMAN 6,7 TRILIUN DAN BAGI DIVIDEN 3,4 TRILIUN, SAHAM HMSP MENGUAT TERBATAS







Ada beberapa aksi koorporasi penting yang akan dilakukan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan hari  Jumat lalu (18/9). Selain disepakati membagikan dividen tunai kedua dalam semester kedua tahun ini juga meminjam kepada salah satu anak usaha perusahaan swiss pemegang saham utamanya kembali membagi dividen.
Setelah bulan Agustus lalu HMSP bagi-bagi dividen sebesar Rp 4,52 triliun atau  Rp 1.033 per saham, perseroan kembali akan membagi  dividen sebesar Rp 3,45 triliun atau Rp 787 per saham kepada pemegang sahamnya yang diperoleh dari laba ditahan perseroan dari tahun 1999-2014.
Selanjutnya HMSP akan dapat pinjaman sebesar Rp6,74 triliun dari Philip Morris Finance yang merupakan 50% ekuitasnya pada akhir 2014 sebesar  Rp 13,49 triliun.  Lalu berikutnya perusahaan juga akan  memberi pinjaman kepada PM Finance dengan maksimal  Rp10,02 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada hari Jumat  (18/9/15) saham HMSP ditutup  pada level 76475 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 76375 dan bergerak dalam kisaran 77250 – 76000 dengan volume perdagangan saham mencapai 3,00018,9 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham HMSP sejak pekan lalui terlihat sideways dan saat ini  terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan indikator Stochastic  bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan HMSP dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp75875 hingga target resistance di level Rp77500.



Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar