Setelah berhasil menjual seluruh unit kondominium Graha Golf yang berlokasi di Surabaya pada bulan Juli lalu, PT Intiland Development Tbk (DILD) mempercepat peluncuran tower keduanya yang direncanakan pada tahun 2016. DILD melihat prospek yang besar dari proyek kondominium yang direncanakan 5 tower ini selain 1 tower apartemen dan juga pembangunan townhouse di lokasi yang sama.
Kondominium yang ditawarkan DILD menyediakan 79 unit dengan luas 122 sampai 138 meter persegi, dan tersedia 2 tipe yaitu tiga kamar tidur dan empat kamar tidur. Proyek kondominium dan apartemen DILD ini dibangun diatas lahan seluas 2,8 hektar.
Belum lama ini diberitakan DILD memangkas target pertumbuhan pendapatan 16% menjadi Rp2,1 triliun pada akhir tahun 2015, dibandingkan posisi Rp1,83 triliun per akhir tahun 2014. Namun untuk marketing sales targetnya ditinggikan dengan tumbuh 18% menjadi Rp3 triliun sampai akhir tahun 2015, dibandingkan pada posisi Rp2,54 triliun per akhir tahun 2014.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (9/9/15) saham DILD ditutup naik 4% pada level 520 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 505 dan bergerak dalam kisaran 520 – 500 dengan volume perdagangan saham mencapai 28,8 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham DILD sejak awal bulan Februari terlihat tengah dalam koreksi teknikal dan menembus level support, terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan indikator Stochastic bergerak naik menuju area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun dengan +DI berhasil naik memotong -DI, yang menunjukan pergerakan DILD dalam potensi penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju DILD masih akan dalam tren konsolidasi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan DILD. Rekomendasi Trading pada target level support baru di level Rp490 hingga target resistance di level Rp520.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar