HARGA KOMODITI GLOBAL SURUTKAN KINERJA TINS, SAHAMNYA DIWASPADAI RETREAT


Ditengah lesunya perdagangan komoditi global pasca perkembangan buruk ekonomi di Tiongkok, penjualan PT  Timah Tbk (TINS) dalam 6 bulan pertama tahun alami peningkatan.  Namun rendahnya harga komditas dan besarnya beban perusahaan membuat kinerja keuangan pada semester I-2015 lalu nyaris merugi dengan pencapaian laba merosot hingga 98% dari perolehan laba tahun 2014.
Penjualan TINS disumbang paling besar oleh penjualan ke luar negeri alias ekspor yang bertambah  menjadi  Rp3,08 triliun dari Rp2,49 triliun periode yang sama tahun 2014, tapi penjualan domestik alami penurunan.
Sehingga laba bersih yang diperoleh perusahaan dalam 6 bulan tersebut sebesar Rp5,03 miliar atau Rp0,68 per saham dari  periode yang sama tahun lalu  yaitu Rp334,66 miliar atau Rp44,92 per sahamnya.
Merosotnya perolehan laba semesteran tersebut sebagian besar disebabkan oleh harga batubara yang miring serta peningkatan beban pokok perusahaan. Dan sebagai informasi utang perseroan ini pada periode tersebut alami penurunan dari Rp5,34 triliun tahun 2014 menjadi Rp4,20 triliun pada Semester I 2015.
Beban Pokok mengalami perseroan naik dari Rp2,10 triliun menjadi Rp2,95 triliun, dan Beban Kuangan TINS mengalami kenaikan dari Rp33,20 miliar menjadi Rp59,43 miliar, serta Beban Usaha meningkat dari Rp291,09 miliar menjadi Rp321,49 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (31/8/15) saham TINS ditutup menguat 1,7% melanjutkan rally yang terbentuk pekan lalu menjadi 605 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 560 dan bergerak dalam kisaran 595 – 605 dengan volume perdagangan saham mencapai 5,85 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TINS sejak awal bulan Desember terlihat terus mengalami pelemahan tajam menuju level support kuatnya namun pekan lalu pergerakannya rally, terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Doji Evening Star menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh -DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan TINS dalam potensi retreat. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TINS masih akan rally dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TINS. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp590 hingga target resistance di level Rp650.



Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar