Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pembukaan perdagangan hari Kamis (10/09) dibuka melemah. Pada saat ini IHSG berada di zona negative, turun 0,83% pada posisi 4311,18. Pada perdagangan pagi ini tercatat 53 saham menguat, sementara 126 saham melemah dan sisanya stagnan. Terpantau IHSG masih terus melanjutkan pelemahan hingga saat ini.
Pelemahan IHSG terpengaruh anjloknya bursa global. Bursa Wall Street turun sekitar 1% lebih akibat turunnya harga minyak dan investor kurang menanggapi paket stimulus Tiongkok yang belum berhasil mendongkrak perekonomian Tiongkok. Demikian juga bursa Asia, indeks Nikkei, Kospi, Hang Seng dan ASX 200 juga terperosok.
Sementara paket kebijakan yang dikeluarkan Presiden Jokowi masih dicermati oleh para investor. Presiden Joko Widodo hari rabu kemarin mengeluarkan paket stimulus jilid 2 tahap 1, yaitu mendorong daya saing industri melalui debirokratisasi dan kepastian usaha, mempercepat realisasi proyek strategis, yakni dengan mempercepat izin, penyelesaian tata ruang dan penyediaan lahan serta diskresi hokum dan mempercepat investasi sektor properti untuk masyarakat berpendapatan rendah yaitu dengan mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), caranya adalah dengan menurunkan suku bunga dari sekitar 23 persen menjadi 12 persen per tahun.
Menurut Analyst Vibiz Research Center IHSG diperkirakan masih bergerak dalam pelemahan terbatas, dan masih menantikan sentiment positif dengan meningkatnya keyakinan investor dengan pelaksanaan paket kebijakan yang dirilis Presiden Jokowi. Secara teknikal IHSG akan bergerak pada Support di kisaran 4230-4150 dan Resistance di kisaran 4430-4515.
Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar