Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pembukaan perdagangan hari Rabu (02/09) dibuka negatif 1,06% pada posisi 4363,44. Melemahnya bursa global akibat memburuknya data ekonomi Tiongkok dan ketidakpastian kenaikan suku bunga AS turut mempengaruhi pelemahan IHSG. Pada perdagangan pagi ini tercatat 15 saham menguat, sementara 121 saham melemah dan sisanya stagnan. Terpantau IHSG masih terus melemah hingga saat ini.
Bursa Saham AS kembali ditutup anjlok kemarin karena negatifnya perekonomian Tiongkok dan ketidakpastian perkembangan kenaikan suku bunga AS. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup turun. Saham-saham blue chip seperti saham Apple juga mengalami penurunan. Demikian juga bursa Asia dibuka melemah terpengaruh penurunan bursa Wall Street dan memburuknya ekonomi Tiongkok. Indeks Nikkei, Kospi dan ASX 200 mengalami penurunan.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak melemah terbatas mengikuti perkembangan bursa global yang negatif, termasuk juga harga komoditas seperti minyak dunia yang juga tergelincir.
Namun potensi rebound tetap ada, menantikan fundamental positif dari dalam negeri. Pernyataan Managing Director IMF, Christine Lagarde yang menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar untuk mampu menghadapi tantangan global, memberikan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara hari ini Presiden Joko Widodo berencana mengadakan pertemuan dengan para menteri untuk menetapkan kebijakan stimulus yang dapat memperkuat eknomi Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini, menurut analyst Vibiz Research Center IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan mencermati data ekonomi global seperti Tiongkok dan AS, namun bisa berbalik rebound jika ada sentimen positif seperti stimulus ekonomi dalam negeri. IHSG diperkirakan bergerak menuju Support pada kisaran 4300-4250, namun jika terjadi sentiment positif maka akan rebound menuju Resistance pada kisaran 4400-4450.
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar