Salah satu emiten bisnis ponsel lokal PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) sedang membuat pabrik ponsel kerjasama dengan perusahaan Taiwan yang berlokasi di Cikarang. Untuk pabrik ini, perusahaan yang berhasil mencetak keuntungan dalam enam bulan pertama tahun 2015 telah menyiapkan dana investasi sekitar $50 juta.
Pabrik yang akan membuat produk smartphone ini berada di atas lahan seluas 7 hektar tidak sekaligus menyerap dana investasi tersebut, namun bertahap dalam jarak 5 tahun. Pabrik ini akan beroperasi tahun 2016 yang akan merekrut sekitar 200 – 300 orang, dan diharapkan mampu memproduksi ponsel sekitar 300.000 unit per bulan pada enam bulan pertama.
Melihat kinerja keuangannya yang cukup mengesankan untuk ukuran TELE, perusahaan berhasil dapat keuntungan meningkat sekitar 20% dari semester I-2014. Dengan lonjakan pendapatan mencapai sekitar 45%, TELE mendapat laba bersih sebesar Rp182,52 miliar atau Rp25,63 per saham dimana tahun lalu hanya dapat Rp152,81 miliar atau Rp21,46 per saham. Omset bisnis TELE pada semester I-2015 paling besar disumbang oleh penjualan voucher dan kartu perdana yang mencapai Rp3,5 triliun, meningkat sekitar Rp1,2 triliun dari tahun 2014. Sehingga pendapatan menjadi Rp9,07 triliun dari Rp6,31 triliun yang dicapai periode yang sama tahun lalu.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (1/9/15) saham TELE ditutup anjlok -6,6% pada level 780 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 835 dan bergerak dalam kisaran 835-775 dengan volume perdagangan saham mencapai 3,32 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TELE sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami pelemahan tajam namun pekan lalu dapat tumpuan untuk melaju. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic bergerak pada area tengah.
Sementara itu indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar diantara -DI yang lebih besar dari +DI, menunjukan pergerakan TELE dalam potensi koreksi lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TELE menuju level support kuatnya dengan Rekomendasai Maintained Sell pada target kisaran Rp840 hingga Rp755.
Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar