IHSG 23 SEPTEMBER SESI I BERTAMBAH LEMAH, ASING HAJAR LQ45







Tekanan yang terjadi pada awal perdagangan bursa saham terus melemahkan  pergerakan IHSG hingga akhir sesi pertama perdagangan hari Rabu (23/9). Sikap pasar global yang khawatir dengan kondisi ekonomi global semakin menjadi oleh data manufaktur Tiongkok yang semakin kontraksi, sehingga asing amankan investasinya dengan cetak net sell.
IHSG sesi I ditutup anjlok hingga 1,8 % ke posisi 4265,69, demikian juga  indeks saham unggulan LQ45 turun  2,39% ke posisi 712,51. Dalam perdagangan hingga siang ini terdapat 72 saham menguat, 188 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkan  sudah mencapai  3,69   miliar lot saham dengan nilai  Rp2,38 triliun  dan frekwensi sebanyak  99079  kali. Sampai siang ini  investor asing bawa keluar dana sebanyak Rp310,85  miliar dengan 3 juta lembar  saham lebih.
Secara sektoral 9 sektor melemah yang  dipimpin oleh sektor  aneka industri  dan keuangan sebesar -3,37% dan -2,66% masing-masing .   Untuk saham-saham yang menjadi pemberat  indeks yaitu saham SILO, MIKA, INTP, UNVR dan GGRM.  Sedangkan 1 sektor yang menguat  sektor Tambang yang menguat tipis 0,06%.
Tekanan yang terjadi pada bursa saham siang ini masih akan terus berlanjut hingga akhir sesi kedua nanti oleh sikap asing yang ragu dengan kondisi ekonomi domestik sekarang. Dan secara teknikal IHSG cenderung lanjutkan pelamahan sehingga analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 4328 – 4380



Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar