IHSG 28 SEPTEMBER SESI 1 MASIH MELANJUTKAN PELEMAHAN







Sejak dibuka pagi hari tadi, hingga memasuki sesi 1 Senin (28/09), IHSG terus berada dalam tekanan. Sentimen negatif bursa global, akibat kekuatiran ekonomi Tiongkok dan ketidakpastian kapan waktu kenaikan suku bunga menekan bursa Wall Street dan bursa Asia, ikut memberikan hasil negatif bagi bursa Indonesia.
IHSG sesi I ditutup turun hingga 1,62 % ke posisi 4141,18, demikian juga  indeks saham unggulan LQ45 turun sekitar  2,08% ke posisi 684,8. Hingga siang ini terdapat 64 saham menguat, 205 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan bisa juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkan  sudah mencapai  2,45 miliar lot saham dengan nilai  mencapai Rp2,08 triliun  dan frekwensi perdagangan sebanyak  117.547 kali. Sampai siang ini  investor asing bawa keluar dana sebanyak Rp107,11  miliar.
Secara sektoral semua sektor mengalami pelemahan yang  diperberat oleh sektor Aneka Industri yang menurun sebesar -3,83% .   Untuk saham-saham yang menjadi pemberat  indeks yaitu saham SKBM, VRNA, ERTX, DAJK, TAXI.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan tekanan  bursa global masih terjadi, diharapkan dengan penguatan bursa global dan sentimen positif ekonomi Indonesia, dapat membalikkan IHSG ke zona positif. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4130–4100 dan kisaran Resistance 4200-4250.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar