SAHAM LPCK BERUSAHA KELUAR SUPPORT, KONDO TERBARU SIAP DILUNCURKAN







Setelah berhasil menjual 4 tower yang dibangun dalam kawasan mixed used-Orange Country milik Lippo Homes yang merupakan anak usaha PT Ciputra Cikarang (LPCK), perusahaan properti ini siap meluncurkan tower kelima. Untuk membangun kondominium bernama Glendale Park Tower LPCK menggandeng developer top dari Jepang.
Penawaran prioritas yang dilakukan Lippo Homes kepada masyarakat dimulai pada tanggal 30 September dengan menyiapkan dana sebesar Rp10 juta untuk pemesanan unit pertama. Sebagai informasi, kondominium ini terdiri dari 560 unit dengan tiga tipe berdasarkan jumlah kamar tidur. Selain itu proyek Orange Country diatas 322 hektare (ha) akan memakan biaya investasi sebesar Rp250 Triliun.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama lalu, LPCK berhasil meningkatkan laba bersihnya dibandingkan tahun 2014 yang naik 18 persen dari Rp403,45 miliar atau Rp579,67 per saham menjadi Rp477,86 miliar atau Rp686,58 per saham. Kenaikan laba ini ditopang oleh bertumbuhnya pendapatan pokok perseroan mencapai Rp954,56 miliar pada Semester I 2015, yang tumbuh 12,27% dari perolehan semester I 2014.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (28/9/15) saham LPCK ditutup turun 2,6% pada level 6450 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 6625 dan bergerak dalam kisaran 6775-6425 volume perdagangan saham mencapai 620 ribu lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham LPCK sejak akhir Agustus terpantau bergerak konsolidasi. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic bergerak di area jenuh jual. Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan LPCK dalam potensi melanjutkan koreksi terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target level support di level Rp6299 hingga target resistance di level Rp6788.


Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar