Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pembukaan perdagangan hari Rabu (02/09) dibuka melonjak 0,52% pada posisi 4424,36. Menguatnya bursa global akibat didorong penguatan bursa Wall Street yang ditopang data ekonomi AS yang positif. Pada perdagangan pagi ini tercatat 126 saham menguat, sementara 30 saham melemah dan sisanya stagnan. Terpantau IHSG masih terus melanjutkan penguatan hingga saat ini.
Bursa Saham AS ditutup naik kemarin didorong positifnya data ekonomi AS. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq ditutup naik. Saham-saham blue chip seperti saham Apple juga mengalami penguatan. Demikian juga bursa Asia dibuka menguat mengikuti Wall Street dan memburuknya ekonomi Tiongkok. Indeks Nikkei, Kospi dan ASX 200 mengalami penguatan.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan terbatas mengikuti perkembangan bursa global yang positif, termasuk juga harga komoditas seperti minyak dunia yang juga melonjak.
Perlambatan ekonomi yang tengah melanda dunia dan Indonesia hingga saat ini memicu pemerintah untuk meluncurkan paket kebijakan ekonomi “jild 2″ nya. Paket jilid 2 ini dimaksudkan dalam rangka memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Upaya pemerintah ini diharapkan dapat membangun kembali optimisme investor.
Untuk perdagangan hari ini, menurut analyst Vibiz Research Center IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan mengikuti penguatan bursa global dan stimulus ekonomi dalam negeri. IHSG diperkirakan bergerak menuju Resistance pada kisaran 4444-4480, namun jika terjadi sentiment negatif akan terkoreksi pada Support di kisaran 4370-4330.
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar