Inisiatif PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk menggandeng badan pariwisata di luar negeri dan pemerintah daerah di dalam negeri, patut diapresiasi positif. Jasa penerbangan sangat erat kaitannya dengan sektor pariwisata, dan peluang ini yang terus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh GIAA.
Pemerintah Joko Widodo telah menargetkan 20 juta wisman selama lima tahun mendatang, karena itu slah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pembebasan visa bagi beberapa negara yang memiliki potensi wisatawan mancanegara untuk destinasi Indonesia. Sebelumnya pada tahap awal,10 Juni lalu ndonesia baru memberikan fasilitas tersebut untuk 45 negara termasuk ASEAN. Dan untuk kali ini akan dilakukan juga pembebasan visa bagi 47 negara baru.
Menyambut kebijakan pembebasan visa 47 negara yang disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli pada 1 September kemarin direspon oleh GIAA dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah badan pariiwisata luar negeri. GIAA juga menggandeng pemerintah daerah seperti pemerintah daerah Jawa Barat, Bali, Lombok dan Sulawesi Tenggara. Inisiatif GIAA ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah tiket yang terjual sekitar 1,6 juta dalam setahun.
GIAA juga menggandeng gerai minimarket Indomaret di seluruh Indonesia untuk menjual tiket penerbangan tersebut. Target perseroan paling tidak dapat meraih 20% transaksi dari melalui gerai Indomaret di seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 1.400 gerai..
Adapun tiket yang dijual adalah untuk tiket tujuan jarak pendek atau “small ticket size” harga berkisar Rp400.000 – Rp500.000. Transaksi yang dilakukan secara online, dan sudah tercapai sekitar 28%. Untuk menguatkan bisnis ini, GIAA juga melibatkan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) bekerja sama menyediakan layanan pembelian tiket di seluruh gerai Indomaret.
Pada periode semester I tahun lalu, pendapatan Garuda mencapai US$1,75 miliar Pendapatan terbesar masih disumbang oleh penerbangan berjadwal mencapai US$1,6 miliar dari US$1,59 miliar. Namun, peningkatan terbesar terjadi pada pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal yang meroket menjadi US$58 juta dari US$5,9 juta. Sementara itu, total aset Garuda per 30 Juni 2015 mencapai US$3,2 miliar dari akhir tahun lalu US$3,11 miliar. Liabilitas mencapai US$2,31 miliar dari US$2,23 miliar dan ekuitas US$882,86 juta dari US$879,46 juta.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (03/09/15) saham GIAA dibuka pada level 315 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 315 dan bergerak dalam kisaran 314 – 317 dengan volume perdagangan saham mencapai 919.200 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham GIAA sejak awal bulan Agustus terlihat terus mengalami pelemahan dan saat ini memasuki momentum rebound. Terpantau indikator MA sudah mulai bergerak naik tipis. Selain itu indikator Stochastic masih berada di area bawah dan stagnan.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan GIAA dalam potensi pergerakan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju GIAA masih akan dalam tren menguat terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan GIAA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp310 hingga target resistance di level Rp324.
Connie/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar