Sejak dibuka pagi hari tadi, hingga memasuki sesi 1 Jumat (25/09), IHSG terus berada dalam tekanan. Sentimen negatif bursa global, akibat ketidakpastian kapan waktu kenaikan suku bunga memberatkan bursa Wall Street dan bursa Asia, ikut memberikan hasil negatif bagi bursa Indonesia.
IHSG sesi I ditutup turun hingga 1,11 % ke posisi 4197,51, demikian juga indeks saham unggulan LQ45 turun sekitar 1,5% ke posisi 697,34. Hingga siang ini terdapat 88 saham menguat, 160 saham turun, dan selebihnya ada yang stagnan dan bisa juga tidak diperdagangkan sama sekali.
Jumlah saham yang diperdagangkan sudah mencapai 3,47 miliar lot saham dengan nilai mencapai Rp2,48 triliun dan frekwensi perdagangan sebanyak 134.647 kali. Sampai siang ini investor asing bawa keluar dana sebanyak Rp115,50 miliar.
Secara sektoral 6 sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh sektor Keuangan dan Konsumer masing-masing sebesar -2,14% dan -1,75% . Untuk saham-saham yang menjadi pemberat indeks yaitu saham ASJT, DAJK, ERTX, TAXI dan CTRS. Sedangkan 4 sektor yang menguat, tertinggi adalah sektor Pertambangan yang menguat 1,12%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan tekanan bursa global masih terjadi, diharapkan terjadi pemulihan buirsa global yang dapat membalikkan IHSG ke zona positif. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam kisaran Support 4160–4130 dan kisaran Resistance 4250-4280.
Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar