Untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah yang layak, hari ini (22/9) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melakukan pembangunan perdana rumah sederhana, sehat dan berkualitas atau disebut RISHA-Indocement bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR).
Dimulainya pembangunan rumah berteknologi RISHA tersebut ditandai dengan pemasangan perdana panel RISHA-Indocement di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Tangerang hari ini juga. Teknologi ini diterapkan atas kebutuhan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dengan kualitas bangunan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Sebagai informasi teknologi RISHA-Indocement ini merupakan konsep rumah pabrikan yang menggunakan semen dengan menggunakan komponen pracetak berukuran modular. Komponen utama teknologi rumah ini adalah panel struktur utama, panel dinding dan kusen beton. Kombinasi dari komponen-komponen tersebut memungkinkan pembangunan satu unit rumah dilakukan dalam hitungan jam karena menggunakan teknologi knock down
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama lalu, laba yang diperoleh INTP turun 8,4% dari periode sama tahun lalu Rp2,52 triliun menjadi Rp2,30 triliun. Adapun penurunan laba tersebut disebabkan menurunnya volume penjualan domestik yang tercatat 8,2 juta ton di semeter I 2015 atau lebih rendah dari sebelumnya 9 juta ton.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (21/9/15) saham INTP ditutup anjlok 4,3% pada level 18000 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 18800 dan bergerak dalam kisaran 18600-17875 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,5 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INTP sejak bulan Agustus terlihat pergerakannya dalam konsolidasi. Kini terpantau indikator MA bergerak naik dan pola black maburozu masih diatas Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang bergerak turun yang menunjukan pergerakan INTP dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level support di level Rp17880 hingga target resistance di level Rp18700.
Joel/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar