Tampaknya kinerja keuangan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang selalu merugi akan berubah nasib setelah direncanakan akan mendapat kontrak besar dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) yang mengharapkan semua proyek jembatan dalam negeri menggunakan komponen 60-80 persen lokal.
Selama ini pembangunan jembatan di tanah air selalu menggunakan komponen luar negeri 60-80 persen, untuk meningkatkan kualitas produksi dalam negeri Pemerintah akan memakai produksi KRAS. Alasan dipilihnya baja milik perseroan dikarenakan baja KRAS sudah high grade. Sebagai informasi, pembelian produk baja akan melalui komando Kementerian Perindustrian.
Melihat kinerja keuangannya pada semester I-2015 lalu kerugian KRAS semakin membengkak hingga 55,38%, perusahaan mendapat kerugian sekitar $ 134,93 juta atau $ -0,0086 per saham. tahun 2014 periode yang sama KRAS bisa meraih sekitar $ 86,84 juta atau USD -0,0055 per saham.
Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada Senin (21/9/15) saham KRAS ditutup anjlok -1,2 pada level 321 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di posisi 325. Dan saham bergerak dalam kisaran 335-32528-316 dengan volume perdagangan saham mencapai 7,66 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham KRAS sejak pekan lalu rally terhenti. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola long bearish candle menyentuh Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic turun menuju area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang masih turun yang menunjukan penguatan KRAS terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi trading pada target resistance di level Rp327 dan level support di Rp315.
Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar