Hingga pertengahan September 2015, emiten berkode saham WSKT telah mengantongi kontrak baru Rp16,6 triliun, penambahan jumlah kontrak yang cukup besar saat sebelumnya dilaporkan pencapaian kontrak hingga bulan Juni hanya mencapai Rp9,9 triliun.
Nilai dari kontrak baru tersebut telah mencapai sekitar 70,9% dari target yang ditetapkan sejak awal tahun yaitu Rp 23,4 triliun. Pencapaian target yang mengesankan ini didapat dari beberapa proyek besar seperti kontruksi proyek tol Solo-Ngawi-Kertosono dengan nilai kontrak Rp1,81 triliun dan proyek pembangunan ruas tol Ngawi-Saradan senilai Rp 1,48 triliun.
Dengan kinerja kontrak baru tersebut, WSKT menaikkan target kontrak barunya menjadi Rp39 triliun dari sebelumnya di tetapkan hanya Rp23,4 triliun. WSKT yakin banyaknya proyek infrastruktur pemerintah tahun ini akan menjadi peluang besar bagi perusahaan.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester I/2015, perusahaan konstruksi milik negara ini berhasil membukukan laba bersih Rp171 miliar pada semester I/2015 atau tumbuh 182% dibandingkan dengan Rp60 miliar pada periode yang sama 2014. Adapun pendapatan perusahaan mencapai Rp3,9 triliun pada semester I/2015 atau tumbuh 25,25% dibandingkan dengan realisasi pada 2014.
Untuk pergerakan sahamnya di bursa perdagangan saham pada Selasa (15/9/15) saham WSKT dibuka pada level 1590 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1610. Hingga saat ini bergerak dalam kisaran 1615-1590 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 32,8 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WSKT sejak akhir Agustus terpantau telah berada pada tren konsolidasi dan saat ini WSKT berada dalam tekanan. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat di area negatif dan pola Long Bearish terbentuk pada Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar didukung oleh +DI yang juga bergerak flat dibawah -DI, yang menunjukan pergerakan WSKT dalam potensi sideways. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WSKT masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WSKT. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp1590 hingga target resistance di level Rp1635.
Joel/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar