PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memutuskan hubungan kerjasama dengan PT Shell Indonesia pada tanggal 11 September 2015 yang akan berlaku efektif pada tanggal 1 November 2015. Selama ini Shell kerjasamanya dengan kedua anak usahanya yaitu PT Adaro Indonesia dan PT Indonesia Bulk Terminal.
Dalam kesepakatan berakhirnya kerjasama ini disebutkan juga PT Shell akan mengalihkan semua kepemilikan dan penguasaan atas fasilitas infrastruktur bahan bakar minyaknya di Pelabuhan Mekar Putih. Penghentian kerjasama ADRO dengan Shell terkait dengan pasokan dan pengolahan infrastruktur minyak yang telah ada selama ini.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester I-2015 lalu, ADRO hanya memperoleh laba bersih dalam enam bulan pertama tahun ini sebesar USD 119,1 juta atau USD 0,0037 per saham, lebih rendah sekitar 28% dari USD 167,5 juta atau USD 0,0052 per saham tahun 2014 periode yang sama. Pendapatan yang berhasil dicetak ADRO turun 18% dari USD 1,69 miliar menjadi USD 1,39 miliar.
Laba yang berhasil diraih ADRO juga ditopang oleh berkurangnya tingkat utang perusahaan hingga 9% lebih, hingga akhir Juni 2015 utang perusahaan hanya USD 2,86 miliar dibandingkan semester sebelumnya yang hanya USD 3,15 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (15/9/15) saham ADRO ditutup naik 1,8% pada level 580 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 570 dan bergerak dalam kisaran 580 – 560 dengan volume perdagangan saham mencapai 20,8 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ADRO sejak akhir Agustus konsolidasi setelah rally dari tekanan kuat awal tahun. Terpantau indikator MA bergerak naik dan pola Hammer Man menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic bergerak datar diarea tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang juga bergerak turun dibawah -DI, menunjukan pergerakan ADRO dalam potensi penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target level resistance di level Rp595 hingga target support di level Rp545.
Joel/VM/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar