KUARTAL EMPAT ANAK USAHA SIAP IPO DENGAN 3 PENJAMIN EFEK, SAHAM SMRA BERPOTENSI REBOUND







PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang sedang mempersiapkan momentum besar pada anak usahanya PT Summarecon Investment Property (SIP) pada kuartal terakhir tahun ini telah mendapatkan penjamin efek untuk melaksanakan IPO anak usahanya ini.
SMRA menetapkan 2 penjamin efek asing yaitu Deutsche Bank dan  CLSA serta penjamin efek lokal yaitu Mandiri Securitas. Selain menentukan penjamin efek ini, SMRA sebelumnya sudah menambah aset anak usahanya senilai Rp6 triliun lebih secara bertahap.
Untuk rencana IPO ini, anak usaha SMRA ini akan melepas 20% saham ke publik dengan target perolehan dana US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun. Dan untuk rencana ini juga perusahaan telah melakukan road show ke Singapura dan Hongkong.
Melihat aset perusahaannya, SMRA memiliki aset hingga akhir Juni lalu sebesar Rp6,1 triliun yang meningkat dari Rp5,8 triliun tahun 2014 lalu. Demikian juga dengan ekuitasnya alami peningkatan menjadi Rp6,8 triliun dari Rp6,4 triliun sedangkan liabilitasnya mencapai Rp3,8 triliun dari Rp3,6 triliun.
Untuk kinerja keuangan SMRA pada semester pertama lalu,  hanya mendapat keuntungan sebesar Rp529 miliar atau Rp36,69 per saham pada semester I-2015 sedangkan tahun 2014 berhasil meraih laba Rp542 miliar atau Rp36,94 per saham.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (22/09/15) saham SMRA ditutup turun -0,4% pada level 1250 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1255 dan bergerak dalam kisaran 1265-1240  dengan volume perdagangan saham mencapai 24,7 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMRA sejak awal September ini berada dalam tren bearish. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan indikator Stochastic bergerak pada area jenuh jual.  Diperkirakan saham SMRA masih berpotensi rebound terbatas secara teknikal oleh ADX yang bergerak naik, sambil menunggu fundamental positif yang dapat menguatkan SMRA rekomendasi tradingnya sementara ada di kisaran Support Rp1240  dan kisaran Resistance Rp1268.


Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar