Salah satu perusahaan konstruksi pelat merah PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) berhasil meraih kontrak baru engineering, procurement, construction (EPC) pembangkit listrik tenaga diesel 100 megawatt (mw) Gorontalo senilai Rp1,63 triliun milik PT PLN (Persero). Proyek ini ditargetkan selesai dalam jangka waktu 6 bulan.
Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo telah mencanangkan dilaksanakannya proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW. Dan proyek yang dilaksanakan PTPP ini merupakan proyek pertama dalam pembangunan pembangkit litsrik nasional tersebut.
Proyek yang diraih PTPP ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Dalam proyek tersebut menggunakan main equipment General Electric Engine TM 2.500+ generasi terbaru, di mana mesin tersebut biasa digunakan untuk mesin pesawat berbadan besar.
Melihat kinerja keuangan perusahaan pada semester I-2015, PTPP memperoleh kenaikan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun 2014, PTPP cetak laba sebesar Rp200,45 miliar atau Rp41,42 per saham, naik 34% dari tahun 2014 sebesar Rp149 miliar atau Rp30,79 per saham.
Lonjakan laba diperoleh dari kenaikan pendapatan pada periode tersebut sebesar 13% menjadi Rp5,2 triliun dari tahun 2014 sebesar Rp4,6 triliun. Dalam 6 bulan pertama tahun ini juga PTPP berhasil mengurangi utangnya dibandingkan periode sebelumnya, utang turun 1,3% menjadi Rp12,04 triliun dari Rp 12,2 triliun. Total asetnya sendiri alami kenaikan menjadi Rp5,2 triliun dari Rp4,6 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (03/09/15) saham PTPP dibuka pada level 3,305 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 3,240 dan bergerak dalam kisaran 3,250 – 3,335 dengan volume perdagangan saham mencapai 3,7 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PTPP sejak akhir Agustus terpantau telah berada pada tren Sideways dan saat ini terlihat naik. Terpantau indikator MA bergerak turun. Selain itu indikator Stochastic berada di area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan PTPP masih berpotensi menurun jika ada fundamental negatif yang mempengaruhinya. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp3300 hingga target resistance di level Rp3400.
Connie/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:
Posting Komentar