Kinerja keuangan yang semakin merosot membuat PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) merencanakan mengurangi beban usaha yang salah satunya merestrukturisasi anak usaha yang dimiliki perseroan. KRAS memiliki sekitar 18 anak usaha dengan 3 status jenis kepemilikan baik yang dikuasai perusahaan sepenuhnya maupun yang sebagian.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, KRAS masih belum mampu mencetak keuntungan dalam bisnisnya sehingga pasar semakin kecewa dengan bisnis emiten produski baja tanah air ini. Pada semester I-2015 lalu kerugian KRAS semakin membengkak hingga 55,38%, perusahaan mendapat kerugian sekitar $ 134,93 juta atau $ -0,0086 per saham. tahun 2014 periode yang sama KRAS bisa meraih sekitar $ 86,84 juta atau USD -0,0055 per saham.
Dalam periode tersebut penjualan KRAS menurun sebesar 25,53% menjadi $ 677,24 juta sedangkan tahun 2014 semester I yaitu $ 909,20 juta. Selain itu kerugian bertambah oleh meningkatnya beban usaha yang meningkat dari $ 70,34 juta menjadi $ 74,22 juta.
Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (3/9/15) saham KRAS dibuka pada level 317 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 316 dan bergerak dalam kisaran 327-314 dengan volume perdagangan saham mencapai 51040 lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham KRAS sejak awal bulan April terlihat pertahankan momentum rebound dan terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola long bullish candle menjauhi Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic masih nyaman di area jenih jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang masih bergerak turun yang menunjukan pergerakan KRAS dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju KRAS sulit menguat dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan KRAS. Rekomendasi Maintaining sell pada target support di level Rp295 dan level support di Rp325.
Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar