RENCANAKAN EKSPANSI, LAJU SAHAM PWON CARI TUMPUAN BANGKIT


Pakuwon Jati sebagai perusahaan pengembang real estate yang diversifikasi dan berfokus di 2 Kota besar yaitu Jakarta dan Surabaya. Yang menjadi bisnis utama perusahaan ini adalah pada pengembangan ritel, perumahaan, perdagangan dan perhotelan. Dan sebagai Perusahaan pertama yang mencetus akan konsep superblock di Indonesia yang mengembangkan akan konsep pusat perbelanjaan ritel, perkantoran, kondominium dan hotel yang berskala besar.
Sampai dengan Agustus 2015 PT. Pakuwon Jati Tbk (PWON) berhasil meraih pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp.2,33 triliun dan setara dengan 68,53% dari target akhir tahun Rp.3,4 miliar. Sebagai kontribusi tertinggi berasal dari penjualan rumah tapak (Landed house). Untuk penjualan marketing produk landed house mencapai sekitar Rp.1,3 triliun atau sekitar 58% dari total perolehan marketing sales sampai dengan Agustus 2015.
Banyak hal yang dilakukan PWON untuk melakukan ekspansinya yaitu melalui anak usahanya PT Elite Prima Hutama mulai melakukan proyek Casa Grande pada tahap kedua yang berada di Superblock Kota Kasablanka. Perseroan tidak berjalan sendiri saja tapi dengan menggandeng perusahaan patungan antara lain kontraktor Korea Selatan dan Indonesia yaitu Lotte – Totalindo Join Operation selaku general contractor.
Besar harapan PWON dapat mentuntaskan proyek yang senilai Rp. 2 triliun ini dapat rampung pada tahun 2018 kondominium dan perkantoran yang memiliki luas 1,6 ha dan hingga saat ini sudah terjual sekitar 90%.
Sepanjang  Semester I 2015, Pakuwon Jati telah membukukan pendapatannya sebesar Rp 2,42 triliun atau naik 28,72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,88 triliun. Sementara untuk laba bersih perseroan tercatat turun 16,91% menjadi Rp 752,52 miliar per Juni 2015 dibandingkan periode sama 2014 sebesar Rp 905,72 miliar.
Sedangkan untuk Total aset perseroan mencapai Rp17,62 triliun, tumbuh 5,07% dari total aset tahun 2014 yaitu sebesar Rp16,77 triliun. Total utang mengalami kenaikan dari Rp8,49 triliun tahun 2014 menjadi Rp8,98 triliun pada Q1 2015.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (10/09/15) saham PWON dibuka pada level 358 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 365 dan bergerak dalam kisaran 354-374 dengan volume perdagangan saham mencapai 126.755.900 lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PWON sejak pertengahan bulan Agustus ini terlihat dalam tren penurunan, namun dalam 2 hari terakhir mengalami lonjakan tajam namun kembali melemah pada hari ini. Terpantau indikator MA bergerak turun. Selain itu indikator Stochastic mulai masih bergerak di area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan PWON dalam pergerakan terbatas dan cenderung menurun. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju PWON masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan PWON. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp352 hingga target resistance di level Rp372.

Connie Rineke/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar