Setelah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) membatalkan pertukaran saham (share swap) dengan emiten penyewaan menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG), saham TBIG semakin terpuruk sedangkan saham TLKM menguat pada perdagangan bursa saham hari Kamis (9/9).
Memo yang dikeluarkan Telkom mengenai kinerja keuangan semester pertama tahun ini dalam laman resminya, disebutkan perjanjian tukar guling saham PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) yang merupakan anak usaha Telkom dengan saham TBIG dalam proses dihentikan atas permintaan dewan komisaris.
Perjanjian tukar guling atau Consitional Sales Purchase Agreement yang akan menukar semua saham Telkom di Mitratel dengan 13,7 % saham TBIG yang berasal dari penerbitan saham baru sudah ditanda tangani sejak tahun lalu. Rencananya, kalau perjanjian ini berhasil dilaksanakan Mitratel menjadi milik TBIG sehingga menyokong ekspansi bisnis menara telekomunikasinya.
Melihat kinerja keuangan TBIG sepanjang semester pertama lalu, laba bersih nya merosot pada semester I-2015, perusahaan hanya beroleh Rp570,54 miliar atau Rp120,93 per saham sedangkan tahun sebelumnya semester yang sama beroleh Rp663,65 miliar atau Rp139,68 per saham. Tahun 2014 semester pertama perusahaan beroleh keuntungan kurs sebesar Rp22,40 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada hari Kamis (9/9/15) saham TBIG dibuka turun ke posisi 6450 setelah ditutup pada level 6500 perdagangan sebelumnya. Sampai siang volume perdagangan saham sekitar 5155 lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TBIG sejak awal bulan Agustus terlihat dalam koreksi teknikal yang dalam namun 2 pekan terakhir konsolidasi. Terpantau indikator MA terkini sudah bergerak turun dan pola Long Bearish Candle berada pada Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic bergerak flat ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang masih bergerak dibawah -DI, menunjukan pergerakan TBIG dalam potensi tertekan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TBIG masih akan dalam potensi tertekan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TBIG. Rekomendasi trading pada target support di level Rp6400 dan level support di Rp6600.
Joel/VMN/VB/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar