PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) akan membangun gedung perkantoran yang nantinya akan dipasarkan kepada masyarakat di lokasi kantor pusat dari PT Indra Karya (IKA) yang merupakan konsultan BUMN dalam tenaga listrik dan sumber daya air. Dalam proyek ini WIKA bekerjasama dengan IKA yang menyediakan lahan senilai Rp40,9 miliar.
Untuk pembangunan proyek tersebut, WIKA menganggarkan biaya sebesar Rp112 miliar dan nantinya setelah proyek tersebut selesai IKA akan menerima pengembalian hak tanah sebesar Rp40,9 miliar dengan keuntungan sebesar 27% sedangkan WIKA akan mendapat keuntungan sebesar 73%.
Melihat kinerja keuangan WIKA semester pertama lalu, mencatat penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 29,06% menjadi Rp200,494 miliar dari Rp282,651 miliar periode serupa tahun lalu. Adapun kondisi ini disebabkan turunnya penjualan bersih perseroan sekitar 18,35% menjadi Rp4,778 triliun per Juni 2015 dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp5,852 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (10/9/15) saham WIKA dibuka pada level 2,700 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,760 dan bergerak dalam kisaran 2,770– 2,680 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 45 ribu lot saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WIKA sejak awal bulan Mei terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke posisi terendah sejak Oktober 2014. Kini terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat dibawah +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan WIKA dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WIKA masih lemah dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan WIKA. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2600 hingga target resistance di level Rp2815.
Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens

0 komentar:
Posting Komentar