BBTN Incar Dana Murah 3 Triliun, Laju Sahamnya Coba Jauhi Level Support


PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tengah mengincar perolehan dana murah sebesar Rp3 triliun atau dana pihak ketiga berbunga rendah dari produk tabungan eBatarapos. Adapun porsi kontribusi dana murah dari produk tabungan tersebut diharapkan bisa menyumbung porsi 10% dari total dana tabungan BTN. BBTN optimis bisa mencapai target tersebut, mengingat produk tabungan ini mampu memberikan kontribusi 2,5 juta nasabah per akhir 2014.

Hingga tiga bulan pertama tahun 2015, BBTN berhasil mencatat perolehan laba bersih mencapai Rp 402 miliar di triwulan I 2015, naik 18% dibanding periode serupa tahun sebelumnya Rp 341 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan bunga sebesar Rp 3,609 triliun. Angka ini tumbuh 11,20% dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2014 yang sebesar Rp 3,246 triliun. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) Bank BTN juga mengalami kenaikan sebesar 18% dari Rp 1,439 triliun di triwulan I 2014 menjadi Rp 1,554 triliun di periode yang sama pada tahun ini.

Disisi fungsi intermediasi, BBTN telah menyalurkan kredit sebesar Rp120,15 triliun di kuartal I-2015, atau naik 16,86 persen dari posisi kredit Rp102,82 triliun di kuartal I-2014. Tercatat dari porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 88,99% dari total kredit yang disalurkan Perseroan selama triwulan I 2015 yang sebesar Rp 106,931 triliun. Sisanya yang sebesar 11% atau Rp 13,227 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Lebih lanjut secara rinci bahwa sebesar 29,76% atau Rp 35,755 triliun dari total kredit disalurkan ke sektor perumahan subsidi. Sebesar Rp 47,351 triliun atau sekitar 39,41% disalurkan untuk rumah non subsidi. Sementara sisanya masing-masing disalurkan untuk pembiayaan terkait perumahan dan untuk mendukung kredit konstruksi. Untuk pembiayaan terkait perumahan sebesar Rp 8,38 triliun dan kredit konstruksi sebesar Rp 15,445 triliun.

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tumbuh 7% dari Rp102,278 triliun menjadi Rp109,519 triliun. Bank BTN berhasil membukukan aset sebesar Rp149,289 triliun, tumbuh 9% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 136,964 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (16/6/15) saham BBTN dibuka pada level 1,090 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,090 dan bergerak dalam kisaran 1,070 – 1,120 dengan volume perdagangan saham mencapai 8 juta lembar saham.                  

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBTN sejak awal Januari terpantau bergerak dalam penguatan setelah sebelumnya dapatkan momentum rebound dan menuju level resistance namun saat ini terlihat alam potensi terkena koreksi. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Middle Bolinger Band yang menunjukan BBTN dalam potensi sideways. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan BBTN dalam potensi dalam koreksi Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBTN masih akan melaju dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBTN. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1000 hingga target resistance di level Rp1230.





Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar