DILD Segera Rilis Kondominium Premium, Laju Sahamnya dalam Tekanan Konsolidasi


Melalui salah satu anak usahanya PT Intiland Development Tbk segera merilis proyek terbaru yakni Kondominium Graha Golf di kompleks perumahan elit Golf Graha Famili. Adapun anak perusahaan tersebut adalah PT Intiland Grande. DILD menilai Graha Golf sengaja dihadirkan untuk menjaring kelesuan pasar kondominium kelas premium. Oleh sebab itu, bangunan yang akan dibikin 7 tower dengan latar pemandangan padang golf tersebut akan dibuat sangat spesial, berbeda dengan apartemen pada umumnya.
Kondominium Graha Golf akan dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektar berdekatan dengan kondominium yang lama yang sekarang sudah penuh dihuni oleh sebagian besar kalangan ekspatriat. Adapun dana investasinya untuk satu tower diperkirakan sekitar Rp400 miliar. Namun karena tingginya inflasi, dana tersebut bisa saja meningkat menjadi sekitar Rp500 miliar.
Sepanjang tahun 2014, emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp429,1 miliar, atau naik 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp323,7 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan menjadi sebesar Rp1,83 triliun, atau meningkat 21 persen dibandingkan perolehan tahun 2013 yang mencapai Rp1,51 triliun.
Sementara total aset DILD hingga akhir tahun 2014 meningkat 20% menjadi Rp 9,01 triliun dari tahun sebelumnya Rp 7,52 teriliun. Keniakan aset terutama disebabkan peningkatan persediaan Rp 1,01 triliun karena pemabngunan Aeropolis, kondominium 1Park avenue, perumahan Serenia Hills dan Graha Natura.
Berdasarkan tipenya, pendapatan dari pengembangan (development income) memberikan kontribusi sebesar Rp1,62 triliun atau 88 persen dari seluruh pendapatan. Perseroan berhasil meningkatkan kontribusi pendapatan berkelanjutan (recurring income) menjadi 12 persen atau senilai Rp215 miliar. DILD berhasil meningkatkan kontribusi pendapatan berkelanjutan menjadi 12% atau senilai Rp215 miliar. Besaran pendapatan berkelanjutan perseroan pada tahun sebelumnya tercatat sebesar 10,9% atau Rp165,5 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (29/6/15) saham DILD dibuka pada level 590 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 595 dan bergerak dalam kisaran 585 – 595 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,3 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham DILD sejak awal bulan Februari terlihat tengah dalam koreksi teknikal dan menembus level support, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan DILD dalam potensi dalam tekanan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju DILD masih akan dalam tren konsolidasi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan DILD. Rekomendasai Trading pada target level support baru di level Rp510 hingga target resistance di level Rp655.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang


0 komentar:

Posting Komentar