PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menambah kepemilikan sahamnya di anak usahanya Indofood Agri Resources Ltd. Adapun Indofood membeli sebanyak 19.560.830 lembar saham dengan harga SGD0,705 per lembar saham. Dengan aksi korporasi tersebut, maka kepemilikan langsung saham INDF meningkat dari 1,43 persen menjadi 2,83 persen dari seluruh saham yang dikeluarkan Indo Agri tanpa memperhitungnkan treasury stock Indo Agri. Namun secara tidak langsung melalui anak usahanya yang lain grup Indofood total menguasai 62,78 persen saham IndoAgri hingga akhir Mei 2015.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, penjualan bersih INDF terlihat datar dimana pada kuartal I-2015 hanya mencapai Rp 15,02 triliun atau turun tipis 0,06% dari kuartal yang sama pada tahun lalu. Meskipun demikian, beban pokok penjualan berhasil diturunkan sebesar 2,56% menjadi 10,91 triliun dari periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp 11,19 triliun sehingga laba kotor meningkat 7,31% menjadi Rp 4,1 triliun dari kurun waktu yang sama pada tahun lalu yang seniliai Rp 3,8 triliun.
Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan mengalami penurunan sebesar menjadi Rp 1,09 triliun dari Nilai laba per saham dasar INDF tercatat mengalami penurunan menjadi Rp 20 per saham dibandingkan yang sebelumnya Rp 25 per saham. Total aset INDF hingga Maret 2015 mencapai Rp 88,56 triliun atau meningkat 2,78% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 86,09 triliun.
Di sisi lain ROA dan ROE INDF hingga Maret 2015 tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya dimana ROA pada kuartal I-2015 sebesar 1,23% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 2,34% dan ROE pada kuartal I-2015 sebesar 2,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,05%. Ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan INDF pada kuartal awal tahun ini tidak begitu baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (17/6/15) saham INDF dibuka pada level 6,600 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 6,575 dan bergerak dalam kisaran 6,600 – 6,700 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,65.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INDF sejak awal Januari terpantau bergerak dalam penguatan setelah sebelumnya dapatkan momentum rebound dan menuju level resistance namun saat ini terlihat alam potensi terkena koreksi. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Middle Bolinger Band yang menunjukan INDF dalam potensi sideways. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan INDF dalam potensi dalam koreksi Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju INDF masih akan melaju dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan INDF. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp6450 hingga target resistance di level Rp7450.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar