Tebar Obligasi Berkelanjutan Rp7 Triliun, TLKM Tutup Gap Pelemahan


PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) segera menebar Obligasi Berkelanjutan Tahap I tahun 2015 sebesar Rp7 triliun dengan memberikan bunga obligasi di kisaran 9,925 persen hingga 11,00 persen untuk. Penetapan bunga ini lebih besar dari yang dipaparkan perseroan beberapa waktu lalu yakni kisaran 8,91-10,61 persen untuk bunga tahap I. Adapun masa penawaran obligasi pada 17 dan 18 Juni 2015 dengan pencatatan di BEI pada 24 Juni 2015. Pefindo memberikat peringkat idAAA untuk obligasi ini.
Dalam perbaikan prospektus obligasi perseroan ini disebutkan bahwa obligasi tahap I ini terdiri dari empat seri yakni seri A dengan pokok Rp2,2 triliun dengna bunga 9,925 persen dan jangka waktu 7 tahun. Sementara seri B dengan nominal Rp2,1 triliun dan bunga 10,25 persen berjangka waktu 10 tahun serta seri C dengan nominal Rp1,2 triliun bunga 10,60 persen berjangka waktu 15 tahun serta seri D bernominal Rp1,5 triliun dengan jangka waktu 30 tahun dan bunga 11,00 persen.
Melihat kinerja keuangan hingga kuartal I-2015, TLKM mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 5,50 triliun, meningkat 7,42% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,12 triliun. Selain itu, laba usaha perseroan hingga Maret 2015 menjadi Rp 7,44 triliun, meningkat 7,67% dari kuartal yang sama pada tahun sebelumnya Rp 6,91 triliun.
Sementara itu, laba per saham dasar TLKM naik 5,22% menjadi Rp 38,85 per saham dari periode sebelumnya Rp 36,92 per saham. Total aset TLKM hingga kuartal I-2015 mencapai Rp 146,67 triliun atau meningkat 3,30% dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 141,82 triliun.
Di sisi lain, ROA dan ROE TLKM hingga Maret 2015 tercatat mengalami peningkatan dari periode sebelumnya dimana ROA pada kuartal I-2015 menjadi 4,98% dari jangka waktu yang sama pada tahun sebelumnya 4,83% dan ROE kuartal I-2015 menjadi 8,04% dibandingkan kaurtal yang sama pada tahun sebelumnya 7,95%. Ini menunjukkan kinerja keuangan TLKM pada kuartal pertama tahun ini lebih baik dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (17/6/15) saham TLKM dibuka pada level 2,870 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,870 dan bergerak dalam kisaran 2,870 – 2,890 dengan volume perdagangan saham mencapai 28,2 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TLKM sejak awal bulan Maret terlihat terus mengalami koreksi dan menembus level support, namun saat ini bergerak dalam upaya tutup gap pelemahan. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Black Marubozu menembus Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan TLKM dalam potensi rebound teknikal. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TLKM masih akan menguat terbatas dalam pergerakan mingguan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TLKM. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2750 hingga target resistance di level Rp3000.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar